BANGKINANG, KAMPAR — Upaya melestarikan budaya daerah terus dilakukan oleh SMKN 1 Bangkinang. Menjelang akhir tahun pelajaran 2025/2026, sekolah tersebut menggelar Festival Kuliner Budaya Kampar yang menampilkan beragam makanan tradisional khas daerah hasil kreativitas para siswa dari setiap kelas dan program keahlian.
Kegiatan yang mengusung tema “Makanan Tradisi pada Upacara Adat” ini menjadi bagian dari implementasi pembelajaran Budaya Melayu Riau (BMR) sekaligus rangkaian kegiatan class meeting di lingkungan SMKN 1 Bangkinang.

Festival diawali dengan pawai budaya yang menampilkan tradisi khas Kampar, yakni Manjunjuang Jambau, sebuah tradisi membawa jambau berisi kawa (kudapan tradisional) serta berbagai hidangan khas Kampar yang biasanya disajikan dalam kegiatan adat.
Rombongan pawai disambut langsung oleh Kepala SMKN 1 Bangkinang, Yusrin, S.Pd, bersama majelis guru. Setelah itu, para siswa menuju lokasi festival untuk mempersiapkan stan masing-masing dengan berbagai sajian kuliner tradisional yang telah mereka siapkan.

Kepala SMKN 1 Bangkinang, Yusrin, S.Pd, didampingi Ketua Panitia Eka Yulia, M.Pd, menyampaikan apresiasi terhadap antusiasme siswa dan guru dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
“Kami sangat bergembira dan memberikan apresiasi kepada seluruh siswa serta guru yang telah bersemangat mengikuti kegiatan ini. Melalui festival ini, kami berharap kecintaan terhadap budaya daerah semakin tumbuh dan generasi muda memiliki rasa bangga terhadap kekayaan budaya Indonesia yang harus terus dilestarikan,” ujar Yusrin.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Erik Pujangga, S.Pd, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari pembelajaran ko-kurikuler sekaligus sarana pengembangan kreativitas siswa.
“Festival ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga menjadi ruang bagi siswa untuk belajar mengenal, mencintai, dan menjaga warisan budaya daerah,” katanya.
Selain Festival Kuliner Budaya Kampar, SMKN 1 Bangkinang juga menggelar berbagai kegiatan kreativitas siswa, di antaranya lomba Komedi Lip Sync dan Video Drama Edukasi sebagai rangkaian kegiatan akhir tahun pembelajaran.

Ketua Panitia Eka Yulia, M.Pd, menegaskan bahwa kegiatan tersebut memiliki makna lebih dari sekadar kompetisi.
“Gelar kreativitas ini bukan hanya tentang lomba, tetapi menjadi wadah nyata bagi siswa untuk mencintai, melestarikan, dan bangga terhadap warisan budaya serta kuliner tradisi Kampar,” ungkapnya.
Melalui Festival Kuliner Budaya Kampar ini, SMKN 1 Bangkinang menunjukkan bahwa sekolah tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu akademik, tetapi juga ruang untuk menjaga identitas budaya lokal agar tetap hidup di tengah generasi muda.
Tim Redaksi












