Plt Kadis Dikpora Kampar Hadiri Pentas Seni PAUD Mutiara Bunda, Budaya Lokal Ditanamkan Sejak Usia Dini
Kampar – Semangat pelestarian budaya daerah berpadu dengan dunia pendidikan anak usia dini dalam kegiatan Pentas Seni Budaya “Kampar Maimbau” yang digelar PAUD Terpadu Mutiara Bunda di Bangkinang Kota, Kabupaten Kampar, Sabtu (14/2/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kampar, Helmi, yang memberikan apresiasi terhadap upaya sekolah dalam menanamkan nilai budaya dan karakter kepada anak sejak usia dini.
Pentas seni yang digelar bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun Kabupaten Kampar sekaligus menyambut datangnya bulan suci Ramadhan itu mengusung tema “Pesona Budaya Kampar Wujudkan Anak Indonesia Hebat.” Kegiatan ini menjadi ruang bagi anak-anak untuk menampilkan bakat sekaligus mengenal kekayaan budaya daerahnya.
Dalam sambutannya, Helmi menilai pendidikan pada jenjang PAUD dan taman kanak-kanak memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi masa depan. Menurutnya, pembelajaran pada usia dini tidak hanya fokus pada kemampuan akademik, tetapi juga pada pembentukan nilai moral, budaya, dan kepribadian anak.
“Pendidikan anak usia dini adalah fondasi utama pembentukan karakter. Melalui kegiatan seni budaya seperti ini, anak-anak belajar mengenal jati diri, nilai-nilai kebersamaan, serta kecintaan terhadap budaya daerah,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Kampar melalui Disdikpora terus berkomitmen mendukung pengembangan pendidikan usia dini sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak tahap awal.
Sementara itu, Kepala PAUD Terpadu Mutiara Bunda, Hj. Agusnafida, S.Pd., MM, menjelaskan bahwa pentas seni budaya merupakan program rutin yang dirancang sebagai media pembelajaran kreatif bagi anak-anak.
Menurutnya, melalui kegiatan tersebut peserta didik tidak hanya tampil menunjukkan kemampuan di atas panggung, tetapi juga diperkenalkan dengan nilai-nilai budaya lokal yang menjadi identitas masyarakat Kampar.
“Melalui pentas seni ini, anak-anak belajar mengenal budaya daerah dengan cara yang menyenangkan. Mereka tidak hanya menonton, tetapi juga ikut mempraktikkan dan mengekspresikannya,” jelas Agusnafida.
Ia menambahkan bahwa seluruh konsep kegiatan tahun ini sengaja mengangkat tema budaya Kampar agar nilai-nilai kearifan lokal dapat tertanam dalam proses pendidikan sejak dini.
Acara dibuka dengan penampilan gerak dan lagu “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat” sebagai bentuk dukungan terhadap program nasional yang digagas oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dalam menanamkan kebiasaan positif bagi generasi muda.
Selanjutnya, berbagai penampilan seni dari peserta didik jenjang TK, Kelompok Bermain (KB), hingga Taman Penitipan Anak (TPA) memeriahkan panggung. Anak-anak menampilkan beragam pertunjukan bernuansa budaya lokal, seperti drama musikal Kampar Maimbau, atraksi batobo, permainan tradisional, serta berbagai kreasi seni lainnya yang mencerminkan kreativitas dan kepercayaan diri peserta didik.
Selain menjadi ajang kreativitas anak, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antara sekolah, orang tua, dan masyarakat.
Rangkaian acara ditutup dengan kegiatan Tarhib Ramadhan, diawali dengan lantunan lagu Marhaban Ya Ramadhan, dilanjutkan tausiyah oleh Ustadz Muhammad Yaman, serta diakhiri dengan halal bihalal dan makan bersama.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Plt Kadis Dikpora Kampar Helmi, Kepala PAUD Terpadu Mutiara Bunda Hj. Agusnafida, Ketua Yayasan Drs. Jasmi Yudo, perwakilan organisasi mitra pendidikan seperti PP PAUD dan IGTKI Kabupaten Kampar, para guru, orang tua murid, serta seluruh peserta didik.Melalui kegiatan tersebut, pihak sekolah berharap anak-anak dapat memperoleh pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap budaya daerah sejak usia dini.*(Osri)












