KAMPAR – Di tengah berbagai tantangan dunia pendidikan, langkah tegas dan elegan ditunjukkan Plt Kadisdikpora Kampar, Helmi. Ia memilih turun langsung ke lapangan bukan sekadar menerima laporan untuk memastikan kesiapan Asesmen Skala Nasional (ASN) 2026 berjalan optimal sekaligus membenahi persoalan mendasar di sekolah.
Monitoring dilakukan di UPT SDN 001 Desa Tanjung, Kecamatan Koto Kampar Hulu. Kunjungan ini bukan seremoni, melainkan aksi nyata memastikan kualitas pendidikan dimulai dari kondisi riil di lapangan.
ASN 2026: Dari Persiapan ke Kepastian Kualitas
Dalam peninjauan tersebut, Helmi bersama jajaran mengaudit langsung kesiapan sekolah secara menyeluruh—mulai dari peserta didik, tenaga pendidik, hingga fasilitas pendukung asesmen nasional.
Langkah ini menegaskan bahwa ASN tidak dipandang sebagai agenda formalitas, melainkan alat ukur strategis untuk membaca kualitas pendidikan secara objektif dan terukur.
“Peninjauan ini penting untuk memastikan pelaksanaan ASN berjalan optimal,” tegas Helmi, sekaligus menekankan pentingnya kesiapan menyeluruh.
Infrastruktur Dibongkar, Masalah Diangkat Tanpa Ditutup
Tak berhenti pada aspek akademik, Helmi juga menyoroti kondisi fisik sekolah. Sejumlah bangunan ditemukan dalam kondisi kurang layak, yang berpotensi mengganggu kenyamanan dan keselamatan proses belajar mengajar.
Alih-alih menutup fakta, Disdikpora justru menjadikan temuan ini sebagai dasar perbaikan.
Pendekatannya jelas: masalah harus diungkap, agar solusi bisa tepat sasaran.
Dialog Terbuka: Guru Tidak Lagi Sendiri
Yang membuat langkah ini berbeda, Helmi tidak hanya melakukan inspeksi, tetapi juga membuka ruang dialog langsung dengan para guru.
Diskusi berlangsung terbuka, membahas persoalan riil pendidikan di lapangan. Bahkan, para guru mengaku jarang ada pimpinan yang turun langsung dan mendengar secara langsung aspirasi mereka.
Ini menjadi sinyal kuat bahwa Disdikpora Kampar tidak hanya bekerja secara struktural, tetapi juga membangun komunikasi humanis dengan tenaga pendidik.
Dari Monitoring ke Kebijakan Strategis
Hasil monitoring ini tidak berhenti sebagai laporan. Disdikpora memastikan seluruh temuan akan menjadi dasar penyusunan kebijakan—baik dalam peningkatan mutu pendidikan maupun pembenahan infrastruktur sekolah.
Artinya, setiap kunjungan lapangan memiliki arah:
dari melihat → mencatat → memperbaiki → mengeksekusi.
Wajah Baru Tata Kelola Pendidikan
Langkah Helmi mencerminkan perubahan pendekatan dalam tata kelola pendidikan di Kampar lebih responsif, berbasis data lapangan, dan berorientasi solusi.
Di tengah berbagai kritik terhadap sektor pendidikan, pendekatan ini menjadi pesan tegas:
Disdikpora Kampar tidak tinggal diam mereka bekerja, turun, dan membenahi dari akar.(putra)












