KAMPAR, 10 April 2026 – Transformasi budaya kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Kampar terus diperkuat melalui gerakan nyata penghematan energi di lingkungan pemerintahan. Bupati Kampar, Ahmad Yuzar, menegaskan pentingnya disiplin aparatur dalam penggunaan energi, termasuk kebiasaan sederhana seperti mematikan AC dan lampu saat tidak digunakan.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi besar Pemerintah Kabupaten Kampar dalam mendorong efisiensi anggaran sekaligus membangun budaya kerja yang lebih bertanggung jawab, adaptif, dan berorientasi pada keberlanjutan lingkungan.
Sejalan dengan kebijakan transformasi budaya kerja ASN, penghematan energi menjadi salah satu fokus utama yang harus diterapkan secara konsisten di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Upaya ini juga selaras dengan dorongan pemerintah pusat dalam menciptakan birokrasi yang efisien dan modern.
Bupati Kampar, Ahmad Yuzar, menegaskan bahwa perubahan besar harus dimulai dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara disiplin oleh seluruh ASN.
“Kami menekankan kepada seluruh ASN untuk membiasakan hidup hemat energi. Matikan AC, lampu, dan perangkat listrik lainnya apabila tidak digunakan. Ini bukan hanya soal penghematan, tetapi juga bagian dari tanggung jawab kita terhadap lingkungan dan penggunaan anggaran daerah,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa budaya hemat energi harus menjadi bagian dari etos kerja ASN yang profesional dan berintegritas.
“Transformasi budaya kerja ASN harus diwujudkan dalam tindakan nyata sehari-hari. Disiplin, efisiensi, dan kepedulian terhadap lingkungan harus menjadi karakter utama aparatur pemerintah,” tambah Bupati.
Kebijakan ini tidak hanya berdampak pada penghematan belanja operasional pemerintah daerah, tetapi juga menjadi contoh positif bagi masyarakat dalam menerapkan pola hidup hemat energi.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Kampar juga terus mendorong pemanfaatan teknologi dalam mendukung efisiensi kerja, termasuk digitalisasi administrasi serta pengurangan aktivitas yang tidak produktif. Langkah ini diyakini mampu meningkatkan kinerja ASN sekaligus mengurangi pemborosan sumber daya.
Transformasi budaya kerja ASN di Kampar menekankan keseimbangan antara produktivitas, efisiensi, dan tanggung jawab lingkungan. Hal ini sejalan dengan upaya membangun birokrasi yang modern, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas.
Dengan komitmen kuat dari pimpinan daerah, gerakan hemat energi di lingkungan ASN Kampar diharapkan menjadi budaya yang berkelanjutan. Langkah sederhana namun konsisten ini diyakini mampu memberikan dampak besar bagi efisiensi anggaran, kualitas lingkungan, serta peningkatan kinerja pemerintahan secara keseluruhan.
Momentum ini sekaligus menegaskan bahwa Kabupaten Kampar terus bergerak menuju tata kelola pemerintahan yang lebih maju, efisien, dan berdaya saing di era modern.(rdo)












