Kampar — Ketika adat bersanding dengan visi masa depan, lahirlah langkah besar bagi peradaban. Inilah yang tercermin dalam audiensi Ninik Mamak Kenegerian Lipat Kain bersama Wakil Bupati Kampar, Dr. Misharti, S.Ag., M.Si., terkait pembangunan Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Lipat Kain Selatan, sebuah ikhtiar monumental membangun generasi berkarakter dari akar budaya dan nilai keislaman.
Audiensi yang berlangsung di Ruang Rapat Wakil Bupati, Lantai II Kantor Bupati Kampar, Selasa (20/01), menjadi ruang temu antara kearifan adat, kesadaran sosial, dan komitmen negara. Pembangunan Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang berada di bawah naungan Yayasan Ninik Mamak Kenegerian Lipat Kain diproyeksikan sebagai pusat pendidikan dasar Islam yang melayani empat desa dan satu kelurahan, menjawab kebutuhan riil masyarakat akan akses pendidikan yang dekat, bermutu, dan bermartabat.
Hadir mendampingi Wakil Bupati Kampar, Kepala Kesbangpol Kabupaten Kampar, Drs. Mahadi, MH, Lurah Lipat kain, Andi Sukma, Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Kampar, Eko Sutrisno, S.Sos. Sebagai Jembatan Aspirasi Adat, Kehadiran unsur eksekutif dan legislatif ini mempertegas bahwa gagasan yang lahir dari masyarakat adat memperoleh legitimasi dan dukungan struktural yang kuat.
Para ninik mamak menyampaikan bahwa pembangunan Madrasah Ibtidaiyah (MI) bukan sekadar pendirian bangunan sekolah, melainkan amanah peradaban, mewariskan ilmu, akhlak, dan jati diri kepada generasi Lipat Kain. Dalam audiensi tersebut juga disampaikan rencana peletakan batu pertama sebagai simbol dimulainya langkah besar dari kampung untuk masa depan.
Wakil Bupati Kampar menyambut gagasan ini dengan penuh apresiasi.
“Ini adalah contoh ideal bagaimana masyarakat adat berperan aktif membangun pendidikan. Pemerintah daerah berdiri seiring dan sejalan dengan inisiatif mulia ini,” tegas Dr. Misharti.
Menurutnya, kehadiran Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Lipat Kain Selatan merupakan langkah strategis dalam membangun manusia Kampar seutuhnya.
“Pendidikan agama sejak dini adalah fondasi karakter. Kita ingin anak-anak Kampar tumbuh cerdas, berakhlak, dan memiliki pegangan nilai yang kuat dalam menghadapi masa depan,” tambahnya.
Audiensi ditutup dengan kesepahaman bersama untuk menyukseskan pembangunan Madrasah Ibtidaiyah (MI) sebagai simbol sinergi adat, masyarakat, dan pemerintah. sebuah model pembangunan pendidikan yang lahir dari bawah, dikuatkan oleh nilai, dan didukung oleh negara.
Ninik Mamak Kenegerian Lipat Kain
- Drs. HM. Taher Dt. Singo
- Darwis, S.SPd., Dt. Jalelo
- Ujang Jufri Dt. Godang
- M. Diar Dt. Marajo
- Yupen Hadi Dt. Sinaro
- Herman A. Dt. Tanaro
- Romi Candra Dt. Mingguong
- Januar Efendi Dt. Paduko Tuan
- Idrus Dt. Paduko Majo
- Palianto Dt. Mahudum
Dengan sinergi adat, masyarakat, dan pemerintah, pembangunan Madrasah Ibtidaiyah Lipat Kain Selatan diharapkan menjadi tonggak penting lahirnya generasi Kampar yang berilmu, beriman, dan berkarakter kuat.*(Osri)












