Dari Kelas Sederhana ke Panggung Nasional: Dua Siswa Kampar Ukir Prestasi, Disdikpora Tegaskan Komitmen Pembinaan Berkelas

KAMPAR – Prestasi tidak lahir dari kebetulan. Ia tumbuh dari proses panjang, disiplin, dan pembinaan yang konsisten. Itulah yang kini dibuktikan oleh dua pelajar UPT SMPN 1 Kampar Kiri Hilir yang berhasil menembus 10 besar nasional Olimpiade Literasi Kebangsaan 2026—sebuah capaian yang menegaskan bahwa kualitas pendidikan daerah mampu bersaing di level tertinggi.

Adalah Kholid Khoirul Azam dan Fatma Yeni, dua nama yang kini membawa harum Kabupaten Kampar. Keduanya mencatat skor impresif 97 dari 100, dengan selisih waktu yang sangat tipis di tengah persaingan ketat peserta dari seluruh Indonesia.

Prestasi yang Lahir dari Ketekunan, Bukan Instan

Kompetisi ini bukan sekadar adu kecerdasan. Lebih dari itu, peserta diuji dalam hal ketahanan mental, kejujuran, dan manajemen waktu—terlebih seluruh tahapan dilaksanakan secara daring, tanpa pengawasan langsung.

Dalam situasi tersebut, kedua siswa mampu menunjukkan kualitas berpikir cepat, fokus tinggi, serta integritas yang menjadi fondasi utama literasi kebangsaan.

Pembinaan yang dilakukan pun tidak sederhana. Latihan rutin, diskusi intensif, serta pendalaman nilai-nilai kebangsaan menjadi bagian dari proses panjang yang mereka jalani.

Sinergi Sekolah dan Guru Jadi Fondasi Kuat

Keberhasilan ini tidak berdiri sendiri. Peran guru pembimbing dan manajemen sekolah menjadi faktor penentu. Dukungan penuh dari pihak sekolah baik dalam bentuk fasilitas maupun waktu pembinaan—membentuk ekosistem belajar yang kondusif dan berkelanjutan.

Sinergi ini menunjukkan satu hal penting:

prestasi besar lahir dari kolaborasi yang solid, bukan kerja individu semata.

Disdikpora: Ini Buah Pembinaan Terarah

Disdikpora Kampar menyambut capaian ini sebagai bukti nyata bahwa arah kebijakan pendidikan yang berfokus pada penguatan literasi dan kompetisi akademik mulai menunjukkan hasil konkret.

Plt Kadisdikpora Kampar, Helmi, menegaskan bahwa prestasi ini bukan akhir, melainkan awal dari penguatan sistem pembinaan yang lebih luas.

BACA JUGA  Penjabat Bupati Kampar Serahkan 1317 KTP Bagi Penghuni Lapas Kelas II A Bangkinang

Komitmen Disdikpora jelas:

memperluas akses pembinaan, membuka ruang kompetisi, dan memastikan potensi siswa di seluruh wilayah Kampar dapat berkembang secara maksimal.

Dari Kampar untuk Indonesia

Capaian ini menjadi pesan kuat bahwa keterbatasan geografis bukan penghalang untuk berprestasi. Dari ruang belajar yang sederhana, lahir talenta yang mampu menembus panggung nasional.

Lebih dari sekadar kemenangan, prestasi ini mencerminkan keberhasilan dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan membentuk generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter dan berintegritas.

Kampar hari ini tidak hanya mencetak siswa berprestasi.

Ia sedang membangun generasi unggul yang siap bersaing di masa depan. (Osri)