KAMPAR, — Kabupaten Kampar menapaki usia ke-76 dengan penuh makna. Di ruang Rapat Paripurna Lantai II DPRD Kabupaten Kampar, Jumat (6/2/2026), denyut kebersamaan itu beresonansi kuat dalam Rapat Paripurna Istimewa Hari Jadi Kabupaten Kampar ke-76—sebuah perhelatan kenegaraan yang bukan sekadar seremoni, melainkan panggung refleksi, apresiasi, dan ikrar masa depan.
Rapat dipimpin langsung Ketua DPRD Kampar, Ahmad Taridi, didampingi Wakil Ketua Iib Nursaleh, dan para Anggota DPRD. Hadir pula Bupati Kampar Ahmad Yuzar, Wakil Bupati Kamar Dr. Misharti, Sekda Provinsi Riau Syahrial Abdi mewakili Plt. Gubernur Riau, Pj. Sekda Kampar Ardi Mardiansyah, jajaran kepala OPD, Ketua TP PKK Kampar Tengku Nurheryani, Plt. Ketua DWP Yuni Ardi, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga perwakilan organisasi kemasyarakatan mengukuhkan semangat inklusivitas dalam satu ruang kebangsaan.
Mengusung tema “Bersama Membangun Kampar Dengan Hati”, Ahmad Taridi menegaskan bahwa Hari Jadi bukan sekadar hitungan usia, melainkan momentum menyatukan energi kolektif. Ia mengajak seluruh elemen daerah untuk berpikir visioner, bekerja sungguh-sungguh, serta melakukan refleksi pembangunan secara jujur dan objektif. Menurutnya, sinergi legislatif–eksekutif–masyarakat adalah kunci kemajuan Kampar yang berkelanjutan.
Rapat resmi dibuka pada pukul 10.11 WIB, dilanjutkan pembacaan sejarah penetapan Hari Jadi Kabupaten Kampar oleh Dr. Zulher, mantan Sekda Kampar. Sejarah itu mengalir sebagai pengingat akan akar perjuangan dan identitas daerah. Apresiasi pun datang dari tokoh masyarakat Prof. Dr. Ilyas, yang menilai capaian pembangunan Kampar sebagai buah dari kesinambungan kepemimpinan dan kolaborasi lintas generasi.
Dalam sambutan yang sarat makna, Bupati Kampar Ahmad Yuzar menegaskan bahwa kemajuan hari ini adalah warisan kerja keras para pemimpin terdahulu. Di usia ke-76, ia menyatakan komitmen untuk melahirkan prestasi-prestasi baru dengan menempatkan tata kelola pemerintahan yang baik sebagai fondasi utama. “Pemerintah harus hadir, mendengar, dan bekerja bersama rakyat,” tegasnya, seraya mengapresiasi dukungan semua pihak yang membuat peringatan berlangsung khidmat dan sukses.
Sementara itu, sambutan Plt. Gubernur Riau yang dibacakan Syahrial Abdi menyoroti pesatnya laju pembangunan Kampar. Ia menegaskan besarnya potensi daerah di berbagai sektor serta komitmen Pemerintah Provinsi Riau untuk terus bersinergi dan mendukung kemajuan Kampar sebagai simpul pertumbuhan regional.
Rangkaian acara kian bermakna dengan penayangan video ucapan selamat dari berbagai unsur pemerintahan dan masyarakat sebuah mosaik kebanggaan kolektif. Usai rapat ditutup, seluruh undangan melanjutkan tradisi “Makan Bajambau” di Balai Adat, menegaskan bahwa adat, budaya, dan persaudaraan tetap menjadi ruh pembangunan Kampar.
Di usia 76 tahun, Kampar tidak hanya menatap masa depan ia menguatkan langkahnya. Dengan hati sebagai kompas, kebersamaan sebagai energi, dan kolaborasi sebagai jalan, Kampar menegaskan diri: tumbuh, maju, dan berdaya untuk semua.*(Osri)












