Nizam Akbar Ajak Dunia Datang ke Desa Gema: Bukik Tobek Jadi Simbol Kebangkitan Wisata Alam Riau

Nizam Akbar, Kepala Desa Gema

Kampar, 31 April 2026 – Desa Gema, Kecamatan Kampar Kiri Hulu, kini menjelma menjadi sorotan baru dalam peta wisata alam Indonesia. Di tengah bentangan hutan tropis yang masih perawan dan aliran jernih Sungai Subayang, berdiri megah Bumi Perkemahan Bukik Tobek, destinasi yang perlahan namun pasti mencuri perhatian publik.

 

Keindahan Bukik Tobek bukan sekadar visual. Hamparan perbukitan hijau, udara segar tanpa polusi, serta suasana alami yang tenang menjadikannya tempat ideal untuk melepas penat dari hiruk-pikuk perkotaan. Aktivitas seperti camping, jungle trekking, hingga menyusuri sungai menjadi daya tarik utama yang menghadirkan pengalaman autentik bagi para pengunjung.

Tak hanya alam, Desa Gema juga kaya akan nilai budaya. Tradisi Festival Lubuk Larangan Sungai Subayang menjadi bukti nyata kearifan lokal masyarakat dalam menjaga ekosistem sekaligus mempererat kebersamaan. Inilah yang menjadikan Desa Gema bukan hanya destinasi wisata, tetapi juga pusat edukasi lingkungan dan budaya.

 

Masuknya Desa Gema dalam 500 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022 semakin memperkuat posisinya sebagai destinasi potensial yang siap berkembang ke level lebih tinggi. Dukungan masyarakat dan pengelolaan berbasis gotong royong menjadi fondasi kuat dalam pengembangan wisata ini.

Akses menuju Desa Gema juga semakin terbuka, dengan perjalanan dari Pekanbaru yang menawarkan pemandangan alam menawan sepanjang jalur menuju lokasi.

Kepala Desa Gema, Nizam Akbar, Ajak Dunia Datang.

Nizam Akbar, Kepala Desa Gema, menegaskan bahwa Bukik Tobek bukan sekadar destinasi wisata, melainkan simbol harapan dan masa depan desa.

“Bukik Tobek bukan hanya destinasi wisata, ini adalah kebanggaan dan masa depan Desa Gema. Kami menjaganya dengan hati, dengan rasa memiliki, dan dengan harapan besar untuk generasi yang akan datang.

Saya mengajak siapa pun dari mana pun datanglah ke Desa Gema. Rasakan sendiri ketenangan yang tidak bisa dibeli, keindahan yang tidak bisa dibuat-buat, dan kehangatan masyarakat yang menyambut dengan tulus.

Ini bukan sekadar perjalanan, ini adalah pengalaman yang akan tinggal di hati.

Kepada masyarakat kami, mari terus kita jaga alam ini, kita rawat budaya kita, dan kita buktikan bahwa desa kecil ini mampu berdiri besar di mata dunia,” ujar Nizam Akbar, Kepala Desa Gema.*(Osri)