PEKANBARU – Tokoh masyarakat Kabupaten Kampar, Khairul Azwar, menyampaikan peringatan tegas kepada pejabat publik yang terlibat atau memiliki keterkaitan dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar tidak memanfaatkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk kepentingan pribadi.
Menurut Khairul Azwar, program MBG merupakan salah satu agenda strategis nasional yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia, khususnya pelajar. Karena itu, pelaksanaannya harus dijalankan secara profesional, transparan, dan bebas dari praktik yang berpotensi menimbulkan konflik kepentingan.
“Program prioritas negara tidak boleh dijadikan ajang mencari keuntungan pribadi. Jika hal itu terjadi, bukan hanya merusak tujuan program, tetapi juga dapat menggerus kepercayaan masyarakat terhadap kebijakan pemerintah,” ujar Khairul Azwar kepada media, di Pekanbaru.
Ia menilai, potensi persoalan dapat muncul apabila pejabat publik merangkap sebagai pihak yang memiliki kepentingan langsung dalam pengelolaan SPPG. Kondisi tersebut dikhawatirkan membuka ruang penyalahgunaan kewenangan serta praktik yang tidak sejalan dengan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik.
Khairul menegaskan bahwa keberhasilan program MBG sangat bergantung pada integritas para pelaksana di lapangan. Oleh sebab itu, setiap pihak yang terlibat harus menempatkan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi atau kelompok.
Selain itu, ia juga mendorong adanya pengawasan ketat dari pemerintah daerah serta partisipasi aktif masyarakat agar pelaksanaan program tersebut berjalan sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan.
“Integritas dan transparansi adalah kunci utama. Program ini menyangkut masa depan generasi muda Indonesia. Jangan sampai tujuan mulia untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak bangsa justru tercoreng oleh praktik-praktik yang tidak bertanggung jawab,” tegasnya.
Khairul Azwar berharap seluruh pihak dapat menjaga marwah program MBG sebagai salah satu langkah strategis dalam mempersiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Dengan pengelolaan yang bersih dan akuntabel, ia optimistis program ini akan memberikan dampak besar bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan.*(Osri)












