PEKANBARU – Bupati Siak Dr. Hj. Afni Zulkifli, S.Si., M.Si., melontarkan kritik tajam terhadap kebijakan fiskal nasional yang dinilai belum sepenuhnya berpihak kepada daerah penghasil sumber daya alam. Dalam Forum DPR RI Dapil Riau, Afni meminta pemerintah pusat dan wakil rakyat asal Riau memperjuangkan keadilan fiskal yang selama ini menjadi harapan daerah penghasil.
Di hadapan anggota DPR RI, Afni menegaskan bahwa Riau telah memberikan kontribusi besar bagi penerimaan negara melalui sektor minyak dan gas bumi. Namun di sisi lain, daerah masih menghadapi tekanan fiskal yang berdampak pada pembangunan infrastruktur dan pelayanan masyarakat.
Menurut Afni, daerah penghasil tidak hanya menyumbangkan kekayaan alam untuk kepentingan nasional, tetapi juga harus menanggung berbagai dampak aktivitas industri, mulai dari kerusakan jalan hingga kebutuhan pelayanan publik yang terus meningkat.
“Kami mendukung kepentingan nasional. Namun daerah penghasil juga berhak memperoleh keadilan atas kontribusi yang diberikan kepada negara,” tegasnya.
Afni menilai sudah saatnya pembahasan APBN 2027 menghadirkan kebijakan yang lebih adil bagi daerah penghasil. Ia berharap Forum DPR RI Dapil Riau menjadi wadah perjuangan nyata, bukan sekadar ruang diskusi seremonial.
Dalam pandangannya, pembangunan nasional tidak boleh meninggalkan daerah yang menjadi sumber utama penerimaan negara. Kekayaan alam yang dihasilkan dari daerah harus mampu menghadirkan kesejahteraan yang dirasakan langsung oleh masyarakat setempat.
Pernyataan Afni mendapat perhatian luas karena menyuarakan persoalan yang selama bertahun-tahun menjadi perdebatan, yakni keseimbangan antara kontribusi daerah penghasil terhadap negara dan manfaat yang kembali diterima daerah.
Melalui forum tersebut, Afni berharap lahir langkah konkret untuk memperkuat posisi daerah penghasil dalam kebijakan fiskal nasional, sehingga pembangunan dapat berjalan lebih adil, merata, dan berkelanjutan.
Tim Redaksi












