PEKANBARU — Sosok Bupati Kuantan Singingi, Suhardiman Amby, kembali menjadi perbincangan publik. Kali ini bukan semata karena kiprahnya di dunia pemerintahan dan politik daerah, melainkan karena fakta sejarah keluarganya yang ternyata memiliki keterkaitan langsung dengan perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia.
Di tengah dinamika internal organisasi Pemuda Panca Marga (PPM) Provinsi Riau, muncul informasi mengenai garis keturunan Suhardiman yang disebut sebagai cucu kandung pejuang Angkatan 45 asal Riau, DT. Bendaro Kuning. Nama pejuang tersebut tercatat dalam data veteran dengan nomor register 375 dan diketahui gugur pada tahun 1949 saat masa mempertahankan kemerdekaan RI.
Dalam dokumen keluarga besar pejuang Riau, DT. Bendaro Kuning dikenal sebagai salah satu tokoh pejuang rakyat dari wilayah Kuantan yang terlibat dalam perjuangan revolusi fisik pasca-proklamasi. Namanya juga tercantum dalam daftar makam pahlawan di Blok G nomor 375 sebagai bentuk penghormatan atas jasa perjuangannya terhadap bangsa dan negara.
Fakta sejarah itu membuat nama Suhardiman Amby mulai dikaitkan dengan sosok potensial untuk memimpin PPM Riau. Sejumlah tokoh menilai, selain memiliki pengalaman memimpin daerah, Suhardiman juga mempunyai legitimasi historis sebagai keturunan langsung pejuang kemerdekaan.
Dukungan tersebut salah satunya disampaikan Ketua DPRD Kuantan Singingi, Juprizal. Menurutnya, PPM membutuhkan figur yang memahami nilai perjuangan sekaligus mampu menjaga marwah organisasi veteran di masa kini.
“Beliau layak memimpin karena memiliki kapasitas kepemimpinan dan berasal dari keluarga pejuang kemerdekaan. Nilai sejarah itu menjadi kekuatan tersendiri,” ujar Juprizal, Kamis (14/5/2026).
Ia menegaskan, PPM bukan sekadar organisasi kepemudaan biasa, melainkan wadah perjuangan yang lahir dari semangat anak-anak veteran dan keluarga pejuang Republik Indonesia.
“Organisasi ini berdiri atas semangat perjuangan para pendahulu bangsa. Karena itu, pemimpinnya juga harus memahami nilai sejarah dan pengabdian,” tambahnya.
Sementara itu, Suhardiman Amby merespons berbagai dukungan tersebut dengan sikap terbuka dan rendah hati. Ia mengaku tetap menghormati anak-anak veteran yang dinilai lebih utama untuk memimpin organisasi tersebut.
“Kalau ada anak veteran atau anak pejuang, tentu mereka lebih didahulukan. Saya ini cucu pejuang. Tetapi jika memang diberi amanah dan dipercaya, saya siap,” kata Suhardiman saat ditemui di kawasan Jalan Arifin Ahmad, Pekanbaru.
Pernyataan tersebut dinilai mencerminkan penghormatan terhadap nilai perjuangan veteran sekaligus sikap bijak dalam menyikapi dinamika organisasi.
Dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga PPM, organisasi itu memang ditegaskan sebagai wadah putra-putri veteran dan keluarga pejuang kemerdekaan Republik Indonesia. Semangat tersebut juga sejalan dengan Revolusi Nasional Indonesia yang menjadi tonggak lahirnya generasi pejuang bangsa.
Kini, di tengah perkembangan politik dan organisasi di Riau, nama Suhardiman Amby mulai dipandang bukan hanya sebagai kepala daerah, tetapi juga figur yang membawa warisan sejarah perjuangan keluarga pejuang Angkatan 45 di Bumi Lancang Kuning.(Tim)












