“Bukan Sekadar Peserta: Siswa SMPN 2 Bangkinang Tantang 200 Kompetitor dari 4 Negara di Ajang Internasional”

Bangkinang Kota, Kampar, Riau — Standar kompetisi internasional benar-benar terasa di Aula UPT SMPN 1 Bangkinang Kota, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, saat ratusan peserta dari berbagai negara berkumpul dalam International Impromptu Speech Competition dan International Science Innovation Competition, Selasa (5/5/2026).

Sebanyak 200 peserta dari Indonesia, Thailand, Singapura, dan Malaysia ambil bagian dalam ajang ini menjadikannya arena uji kualitas generasi muda lintas negara yang kompetitif dan prestisius.

Bertempat di UPT SMPN 1 Bangkinang Kota sebagai lokasi pelaksanaan, kehadiran peserta dari empat negara mempertegas posisi kegiatan ini sebagai bagian dari ruang kompetisi global yang menuntut kemampuan berpikir kritis, komunikasi efektif, serta inovasi berbasis sains.

Di tengah persaingan tersebut, siswa UPT SMPN 2 Bangkinang Kota tampil percaya diri dan menunjukkan kualitas yang tidak bisa dipandang sebelah mata.

Sorotan utama mengarah pada Raja Iskandar Muda dalam cabang Impromptu Speech. Dalam durasi terbatas dan tanpa persiapan panjang, ia mampu menyusun gagasan secara sistematis, tajam, dan komunikatif dalam bahasa Inggris. Penampilannya mencerminkan kapasitas berpikir cepat sekaligus kedalaman analisis—dua indikator utama dalam kompetisi tingkat internasional.

Pada bidang Science Innovation, tim yang terdiri dari Ananda Putri, Dini Ayu Febrina, dan Muthia Syaqila Irli menghadirkan karya inovatif yang tidak hanya berbasis teori, tetapi juga menawarkan pendekatan solutif terhadap persoalan nyata. Presentasi mereka menunjukkan kemampuan riset, ketepatan analisis, serta keberanian dalam mengembangkan gagasan yang relevan dengan perkembangan sains global.

Performa tersebut merupakan hasil dari pembinaan terarah dan berkelanjutan. Bidang bahasa Inggris dibimbing oleh Sallamah Mendrofa, S.Pd dan Fahdia Sastra, S.Pd, sementara bidang sains diasuh oleh Wyrazona Famella, M.Pd dan Rakhmadhani, S.Pd. Sinergi antara pendidik dan peserta didik menjadi fondasi utama dalam membangun kesiapan menghadapi kompetisi berstandar internasional.

BACA JUGA  Safari Ramadhan Hari ke-3, Wabup Kampar Misharti Salurkan Bantuan dan Santuni Anak Yatim di Tapung Hulu

Kepala UPT SMPN 2 Bangkinang Kota, Dedi Sunardi, M.Pd, menegaskan bahwa capaian ini merupakan refleksi dari arah pembinaan pendidikan yang tepat dan terukur.

“Partisipasi dalam ajang ini bukan sekadar kehadiran, tetapi bentuk kesiapan untuk bersaing secara terbuka di level internasional. Ini menjadi bukti bahwa siswa daerah memiliki kapasitas untuk tampil dan diperhitungkan,” ujarnya.

Kegiatan yang mempertemukan peserta dari empat negara ini sekaligus memperkuat posisi Bangkinang sebagai bagian dari ekosistem pendidikan yang mulai terhubung dengan dinamika global. Lebih dari sekadar kompetisi, ajang ini menjadi ruang pembentukan karakter, penguatan kepercayaan diri, serta pengujian kualitas akademik dalam konteks internasional.

Dengan konsistensi pembinaan dan keberanian membuka ruang kompetisi, bukan tidak mungkin dari Bangkinang akan lahir generasi yang tidak hanya mampu bersaing, tetapi juga memimpin di panggung dunia.(Osri)