Hari Anak Nasional 2026, Hafizah Tegaskan Komitmen UPT SMP Negeri 1 Salo Wujudkan Sekolah Ramah Anak

SALO, KAMPAR – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026 menjadi momentum penting bagi UPT SMP Negeri 1 Salo untuk memperkuat komitmen dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, inklusif, dan ramah anak. Berpedoman pada Surat Edaran Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2026 tentang Peringatan Hari Anak Nasional, seluruh warga sekolah diajak menjadikan perlindungan anak sebagai budaya yang diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan,” peringatan Hari Anak Nasional tahun ini mengandung pesan bahwa setiap anak merupakan aset bangsa yang harus dijamin hak-haknya untuk hidup, tumbuh, berkembang, memperoleh pendidikan yang berkualitas, serta terlindungi dari segala bentuk kekerasan, diskriminasi, eksploitasi, penelantaran, perkawinan anak, maupun perundungan, baik di lingkungan nyata maupun di ruang digital.

Kepala UPT SMP Negeri 1 Salo, Hafizah, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa sekolah memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk karakter generasi muda sekaligus memastikan seluruh peserta didik memperoleh rasa aman selama mengikuti proses pembelajaran.

“Hari Anak Nasional bukan sekadar peringatan seremonial, melainkan momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam memenuhi hak-hak anak. Di UPT SMP Negeri 1 Salo, kami terus berupaya menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, serta ramah anak. Kami ingin setiap peserta didik merasa dihargai, didengar pendapatnya, memperoleh perlindungan, dan memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang sesuai potensi yang dimiliki,” ujar Hafizah.

Ia menjelaskan, berbagai program pembinaan karakter terus dilaksanakan secara berkesinambungan melalui pembiasaan disiplin, penguatan nilai-nilai religius, gotong royong, kepedulian sosial, toleransi, literasi, serta pendidikan karakter yang menanamkan sikap saling menghormati dan menghargai perbedaan.

Selain itu, sekolah juga terus mengedepankan upaya pencegahan terhadap segala bentuk kekerasan dan perundungan melalui edukasi kepada peserta didik, penguatan peran guru, serta menjalin komunikasi yang erat dengan orang tua. Langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen UPT SMP Negeri 1 Salo dalam mewujudkan sekolah yang benar-benar menjadi tempat yang aman dan menyenangkan bagi setiap anak.

BACA JUGA  Polemik SMAN 5 Tapung, Riau: Dugaan Penyelewengan Dana BOS dan Kutipan Dana Seragam !

Menurut Hafizah, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari keberhasilan sekolah dalam membentuk peserta didik yang berakhlak mulia, berintegritas, memiliki empati, serta mampu menghormati hak orang lain.

“Anak-anak adalah harapan bangsa sekaligus calon pemimpin masa depan. Karena itu, seluruh elemen sekolah memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan mereka tumbuh dalam lingkungan yang penuh kasih sayang, bebas dari rasa takut, dan mampu mengembangkan seluruh potensi yang dimiliki. Pendidikan yang baik bukan hanya mencerdaskan, tetapi juga memanusiakan,” tambahnya.

Sebagaimana amanat Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, perlindungan anak bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh elemen bangsa, mulai dari keluarga, satuan pendidikan, masyarakat, dunia usaha, media massa, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, hingga pemerintah daerah.

Melalui semangat Hari Anak Nasional ke-42 Tahun 2026, keluarga besar UPT SMP Negeri 1 Salo berkomitmen untuk terus menghadirkan budaya sekolah yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, menghormati hak-hak anak, memperkuat pendidikan karakter, serta melahirkan generasi yang cerdas, berakhlak mulia, berdaya saing, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045.

“Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan” bukan sekadar tema peringatan, tetapi menjadi tekad bersama UPT SMP Negeri 1 Salo dalam menghadirkan pendidikan yang berkualitas, berkeadilan, dan berpihak pada kepentingan terbaik bagi setiap anak. (Ardi)