Kampar, 04 April 2026 – Pemerintah Kabupaten Kampar terus memperkuat langkah strategis dalam mengangkat potensi daerah berbasis kearifan lokal. Di bawah kepemimpinan Ahmad Yuzar, kawasan Sungai Kampar kini diarahkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru melalui pengembangan wisata terpadu yang menggabungkan sektor kuliner, budaya, dan UMKM.
Transformasi ini bukan sekadar wacana. Berbagai kegiatan berbasis budaya seperti pacu sampan terbukti mampu menghadirkan daya tarik wisata yang kuat sekaligus menciptakan perputaran ekonomi masyarakat di sepanjang aliran sungai. Setiap event yang digelar menghadirkan ribuan pengunjung dan membuka peluang luas bagi pelaku usaha lokal.
Bupati Kampar menegaskan bahwa Sungai Kampar memiliki nilai strategis yang selama ini belum dimaksimalkan secara optimal. Lebih dari sekadar sumber air dan jalur transportasi, sungai ini merupakan pusat kehidupan masyarakat yang menyimpan potensi besar untuk dikembangkan menjadi destinasi unggulan daerah.
Melalui konsep pengembangan terpadu, Pemkab Kampar mendorong lahirnya kawasan wisata berbasis sungai yang menghadirkan berbagai aktivitas, mulai dari wisata air, sentra kuliner khas, hingga ruang ekspresi budaya masyarakat. Pendekatan ini diyakini mampu memperkuat identitas daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Tidak hanya itu, geliat aktivitas di kawasan sungai juga memberikan dampak nyata bagi pelaku UMKM. Momentum keramaian yang tercipta dari event budaya menjadi peluang emas untuk meningkatkan penjualan produk lokal, mulai dari makanan tradisional hingga kerajinan khas Kampar.
Pemerintah daerah pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian Sungai Kampar agar tetap menjadi aset berharga yang berkelanjutan. Sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha diyakini menjadi kunci sukses dalam mewujudkan Sungai Kampar sebagai ikon wisata sekaligus motor penggerak ekonomi daerah.
Dengan langkah progresif ini, Kabupaten Kampar optimistis mampu menjadikan potensi lokal sebagai kekuatan utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan di masa depan.*(Candra)












