H Ahmad Taridi Buka Suara Soal Aghi Ayo Onam: Warisan Suci yang Tak Boleh Hilang

Bangkinang – Meski Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi telah berlalu, semangat tradisi “Aghi Ayo Onam” atau ziarah kubur masih terasa kuat di tengah masyarakat Kabupaten Kampar. Momentum pasca Lebaran ini justru menjadi penguat refleksi spiritual dan kebersamaan antar keluarga.

Ketua DPRD Kampar H Ahmad Taridi menegaskan bahwa nilai-nilai dalam tradisi tersebut tidak boleh berhenti hanya sebagai rutinitas  hari raya, tetapi harus terus dijaga sepanjang waktu.

“Pasca Lebaran ini adalah waktu yang tepat untuk memperdalam makna ziarah. Jangan sampai tradisi ini hanya hidup sesaat, lalu dilupakan,” ujarnya, Jumat (2026).

Menurutnya, Aghi Ayo Onam bukan sekadar kegiatan ziarah kubur, melainkan sarana untuk mengingat hakikat kehidupan, mendoakan para leluhur, serta memperkuat keimanan umat.

Ia juga menyoroti pentingnya menjadikan tradisi ini sebagai bagian dari pembentukan karakter generasi muda, agar tidak tercerabut dari akar budaya dan nilai religius.

“Kalau tidak kita jaga bersama, tradisi ini bisa hilang perlahan. Padahal di dalamnya ada nilai moral, spiritual, dan sosial yang sangat kuat,” tegasnya.

Di tengah suasana pasca Lebaran yang masih kental dengan silaturahmi, tradisi ziarah kubur dinilai mampu mempererat hubungan kekeluargaan sekaligus memperkuat rasa persatuan di tengah masyarakat.

“Ini bukan hanya soal masa lalu, tapi juga tentang masa depan bagaimana kita menjaga identitas dan nilai kebersamaan,” tambah Ahmad Taridi.

Fenomena Aghi Ayo Onam pasca Lebaran ini pun menunjukkan bahwa masyarakat Kampar masih memiliki kesadaran tinggi terhadap pentingnya menjaga tradisi lokal yang selaras dengan ajaran agama.****