Mahasiswa UIN Suska Riau Serukan Sikap Dewasa dan Objektif atas Kasus Kekerasan di Kampus

Pekanbaru – Insiden pembacokan yang melibatkan dua mahasiswa UIN Suska Riau menjadi perhatian publik dan memicu beragam spekulasi di ruang digital. Peristiwa tersebut terjadi di lingkungan Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum saat korban tengah menunggu jadwal seminar proposal.

Korban sempat mendapatkan penanganan medis di RS Bhayangkara Pekanbaru sebelum dirujuk ke RSUD Arifin Achmad untuk perawatan lanjutan. Sementara itu, terduga pelaku telah diamankan aparat kepolisian dan tengah menjalani proses hukum.

Di tengah derasnya arus informasi dan spekulasi mengenai motif kejadian, Putra Rahmat Ilahi, mahasiswa UIN Suska Riau, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersikap tenang dan tidak terburu-buru menyimpulkan penyebab peristiwa.

Ia menegaskan bahwa segala bentuk kekerasan tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun. Namun, menurutnya, penggiringan opini terkait dugaan motif asmara yang belum terverifikasi berpotensi memperkeruh situasi serta mencederai prinsip praduga tak bersalah.

Putra juga menyampaikan dukungan penuh terhadap aparat penegak hukum agar menangani perkara ini secara profesional, transparan, dan sesuai ketentuan perundang-undangan. Ia berharap proses hukum berjalan objektif sehingga keadilan dapat ditegakkan tanpa tekanan opini publik.

Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa tindakan tersebut merupakan perbuatan individual dan tidak dapat digeneralisasi sebagai cerminan institusi. Menjaga kondusivitas kampus, menurutnya, adalah tanggung jawab bersama seluruh sivitas akademika.

Pernyataan ini disampaikan sebagai wujud kepedulian dan komitmen bersama untuk memastikan lingkungan akademik tetap aman, bermartabat, serta menjunjung tinggi nilai hukum dan kemanusiaan.*(Osri)