Bangkinang Kota — Aula sekolah berubah drastis. Bukan lagi sekadar ruang kegiatan, melainkan panggung ekspresi penuh energi, kreativitas, dan kebanggaan budaya. Selama dua hari, 29–30 April 2026, pentas seni (pensi) UPT SMPN 2 Bangkinang Kota tampil memikat dan meninggalkan kesan mendalam bagi setiap pasang mata yang menyaksikan.
Sejak pembukaan, gemuruh tepuk tangan langsung memenuhi ruangan. Penampilan Tari Lemak Manis dan Tari Lenggang Tergas sukses menjadi magnet utama. Balutan busana adat yang anggun berpadu dengan gerakan yang tegas dan selaras, menghadirkan kekuatan budaya yang terasa hidup di atas panggung.
Dentingan musik tradisional yang dimainkan secara langsung semakin menguatkan atmosfer. Di saat yang sama, sentuhan tari modern dan kreasi kekinian menunjukkan wajah generasi muda yang tidak hanya berbakat, tetapi juga adaptif dan inovatif dalam menjawab perkembangan zaman.
Di balik kemegahan pertunjukan, terdapat dedikasi luar biasa dari para pembina. Sliva Dwi Agesa, S.Pd. bersama Efni Srisudarni, S.Hum. berhasil membentuk penampilan siswa yang disiplin, kompak, dan penuh penghayatan. Setiap gerakan tampil presisi, setiap ekspresi menyampaikan makna.
Kepala UPT SMPN 2 Bangkinang Kota, Dedi Sunardi, M.Pd., menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki nilai lebih dari sekadar hiburan.
“Pentas seni ini adalah ruang nyata pembentukan karakter. Di sinilah keberanian diasah, kreativitas ditumbuhkan, dan kecintaan terhadap budaya diperkuat,” ujarnya.
Selama dua hari pelaksanaan, terasa kuat semangat kebersamaan yang terbangun. Guru, siswa, dan panitia menyatu dalam satu tujuan: menghadirkan pertunjukan terbaik yang tidak hanya sukses secara pelaksanaan, tetapi juga bermakna secara nilai.
Pentas seni ini bukan sekadar pertunjukan. Ini adalah pernyataan tegas bahwa generasi muda Bangkinang hadir dengan talenta, keberanian, dan visi.
Mereka tidak hanya tampil mereka siap bersinar.(putra)















