PMII Siak Ledakkan Protes di Polres: Hutan Digunduli, Judi & BBM Ilegal Dilindungi?

Siak, Selasa (23/122025) –
Kantor Kepolisian Resor (Polres) Siak menjadi sasaran amarah mahasiswa. Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Siak turun ke jalan, menggelar aksi demonstrasi terbuka sebagai bentuk perlawanan terhadap dugaan mandeknya penegakan hukum atas kejahatan lingkungan dan kejahatan terorganisir di Kabupaten Siak.

PMII Siak menilai, Polres Siak tidak lagi berfungsi sebagai garda terdepan penegakan hukum, melainkan diduga telah membiarkan praktik-praktik ilegal berlangsung secara terang-terangan dan sistematis.

Mahasiswa menuding adanya pembiaran serius terhadap kejahatan yang merusak lingkungan, menggerogoti ekonomi negara, dan mencederai rasa keadilan masyarakat.

Dalam aksi tersebut, PMII menyoroti tiga kejahatan utama yang dinilai tak tersentuh hukum.

Pertama, ilegal logging yang diduga berlangsung masif hingga menyebabkan kawasan hutan di Siak semakin gundul.

Kedua, Gelanggang Permainan (Gelper) yang disinyalir kuat mengandung unsur perjudian namun terus beroperasi tanpa penindakan.

Ketiga, mafia BBM ilegal yang merugikan negara dan masyarakat, namun seolah memiliki tameng kekuasaan.

PMII Siak menegaskan, fakta di lapangan, pemberitaan media, serta keluhan masyarakat menjadi bukti bahwa persoalan ini bukan isu biasa, melainkan kejahatan terorganisir yang diduga dibiarkan tumbuh subur di bawah pengawasan aparat penegak hukum.

Menurut PMII, pembiaran ini adalah bentuk kegagalan total Polres Siak dalam menjalankan fungsi penyelidikan, penindakan, dan perlindungan terhadap kepentingan publik. Akibatnya, kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian kian runtuh.

Dalam pernyataan sikapnya, PMII Siak menuntut Kapolres Siak bertanggung jawab secara institusional dan segera mengambil langkah konkret, tegas, serta transparan dalam memberantas ilegal logging, Gelper, dan mafia BBM tanpa tebang pilih.

PMII juga menuntut agar seluruh progres penanganan kasus dibuka ke publik agar tidak berhenti sebagai janji kosong.

Lebih jauh, PMII Siak secara terbuka menantang Kapolda Riau untuk mengevaluasi total kepemimpinan di Polres Siak.

PMII mendesak pencopotan Kapolres Siak, serta Kasat Reskrim dan Kasat Intel, yang dinilai gagal, tidak responsif, dan tidak berani menghadapi kejahatan terorganisir.

PMII juga menuntut dibentuknya tim independen lintas lembaga guna mengusut dugaan keterlibatan oknum aparat dalam praktik ilegal logging, Gelper, dan mafia BBM yang selama ini diduga dilindungi.

Koordinator aksi PMII Siak, Riyan Azhari, menyatakan bahwa kerusakan hutan di Siak bukan lagi isu lingkungan, melainkan kejahatan struktural.“Siak dikenal sebagai daerah berhutan, tapi hari ini hutan kita habis digunduli.

Ini tidak mungkin terjadi tanpa pembiaran. Kami menduga kuat ada oknum aparat yang bermain atau sengaja menutup mata.

Jika tuntutan ini diabaikan, kami akan kembali turun dengan kekuatan massa yang jauh lebih besar,” tegas Riyan.
PMII Siak menegaskan bahwa aksi ini bukan yang terakhir.

Mahasiswa memastikan akan terus melakukan tekanan terbuka hingga aparat penegak hukum benar-benar bertindak dan kejahatan lingkungan serta mafia terorganisir diberantas hingga ke akar-akarnya.

Hidup Mahasiswa!

Hidup Rakyat Indonesia!
Hancurkan Mafia Perusak Lingkungan.***