Pekanbaru – Kebakaran yang diduga terjadi di gudang minyak ilegal di wilayah Kota Pekanbaru memicu reaksi keras dari berbagai pihak. Ketua Cabang PMII Kota Pekanbaru, Muhammad Arsyad, menilai peristiwa tersebut bukan sekadar insiden biasa, melainkan sinyal bahaya serius atas masih bercokolnya praktik mafia minyak di Provinsi Riau.
Arsyad menegaskan bahwa keberadaan gudang minyak ilegal di tengah pemukiman warga merupakan ancaman nyata yang tidak bisa lagi dianggap remeh. Ia menyebut, jika dugaan keterkaitan dengan jaringan mafia minyak terbukti, maka hal ini mencerminkan lemahnya pengawasan serta kegagalan penegakan hukum.
“Ini bukan sekadar kebakaran. Ini alarm keras bahwa praktik ilegal masih dibiarkan hidup. Masyarakat dipaksa hidup berdampingan dengan bom waktu,” tegasnya.
PMII menilai, kejadian tersebut mengindikasikan adanya kelalaian serius dari pihak-pihak yang memiliki kewenangan dalam pengawasan distribusi energi. Oleh karena itu, mereka mendesak Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI untuk segera mengambil langkah tegas.
Arsyad secara terbuka meminta agar Koordinator SKK Migas Wilayah Riau dievaluasi, bahkan dicopot dari jabatannya jika terbukti lalai dalam menjalankan fungsi pengawasan terhadap distribusi minyak di daerah tersebut.
Tak hanya itu, PMII juga menyoroti peran aparat penegak hukum. Mereka mendesak Kepolisian Daerah Riau untuk bertindak transparan, profesional, dan tidak tebang pilih dalam mengusut tuntas kasus ini hingga ke akar-akarnya.
“Jika tidak ada langkah konkret dan penindakan serius terhadap aktor utama di balik jaringan ini, maka wajar publik mempertanyakan kinerja Kapolda Riau. Bahkan kami meminta pencopotan jika terbukti gagal menjaga keamanan,” ujar Arsyad.
Lebih jauh, PMII meyakini bahwa peristiwa kebakaran ini hanyalah bagian kecil dari persoalan yang jauh lebih besar. Arsyad menyebutnya sebagai “puncak gunung es”, yang mengindikasikan masih banyak gudang minyak ilegal lain yang belum tersentuh hukum.
Untuk itu, PMII mendesak dilakukannya operasi besar-besaran serta audit menyeluruh terhadap jaringan distribusi minyak ilegal, khususnya di Kota Pekanbaru dan wilayah Riau secara umum.
Sebagai bentuk keseriusan, PC PMII Kota Pekanbaru menyatakan siap mengawal kasus ini hingga tuntas. Mereka juga membuka kemungkinan untuk turun ke jalan melalui aksi demonstrasi apabila tuntutan mereka diabaikan.
“Negara tidak boleh tunduk pada mafia minyak. Keselamatan rakyat dan kedaulatan energi adalah harga mati,” tutup Arsyad dengan tegas.*(Osri)










